Friday, June 4, 2010

Tuhan Yesus, sahabatku
Mungkin Engkau sudah tau apa yang aku rasakan saat ini, jauh sebelum aku menceritakannya kepada Engkau. Ya Tuhan Yesus, hatiku sakit sekali. Rasanya aku ingin menangis saja, tapi aku nggak boleh begitu. Aku harus tegar, walaupun rasanya hatiku semakin sakit kalau terpaksa harus menahan air mata.
Tuhan Yesus, walaupun aku tau Engkau adalah sahabat sejatiku, tapi... aku juga ingin dia jadi sahabatku. Ya, sahabat, hanya itu. Karena aku tau, dia nggak mungkin kembali padaku. Dia pernah bilang bahwa dia menganggapku sebagai sahabat, tapi yang terjadi, dia malah semakin jauh dariku. Aku nggak mau dijauhin begitu, apalagi aku nggak tau penyebabnya. Apakah ini bisa disebut persahabatan, Tuhan Yesus?
Juga... aku ingin melepaskannya. Aku mau belajar untuk mengikhlaskannya, walaupun mungkin agak sulit. Aku pasti akan merasa sakit, tapi itu jauh lebih baik daripada aku harus membuatnya merasakan sakit yang sama. Aku mau dia bahagia, walaupun aku harus sakit hati, walaupun bukan bersamaku.
Tuhan Yesus, aku memohon kepadaMu, tolong dampingi aku ya
Supaya aku bisa menjadi sahabat yang baik buat dia
Bimbing aku supaya aku bisa mengikhlaskannya
Temani aku supaya aku bisa bahagia selalu seperti dulu ketika dia masih bersamaku
Tapi aku maafkan aku ya Tuhan Yesus, kalau misalnya nanti dalam usahaku untuk melupakannya, aku masih akan merindukannya. Sebab bagaimanapun, aku masih menyukai semua yang ada pada dirinya, bahkan kekurangannya sekalipun. Mungkin suatu saat waktu akan membuatku merelakannya, tapi aku yakin, aku nggak akan mungkin melupakannya.
Oh iya Tuhan Yesus, bantu aku menyadari bahwa aku hanyalah seorang pelajar SMP, dan belajar adalah kewajiban utamaku. Dan perasaan cinta seorang anak SMP memang nggak perlu dibuat serumit ini. Bagaimanapun, perasaan ini adalah anugerah Bapa :)
Tuhan Yesus, terima kasih ya sudah mau jadi sahabat setiaku dan mendengarkan curhatku
Amin :)

No comments

© v i v i d b l a c k
Maira Gall